Biomolekuler Antimalaria Eurikumanon

Authors

Hanifah Yusuf
Penulis

Synopsis

Buku ini membahas malaria dalam kaitannya dengan tantangan dan peluang untuk menemukan dan mengembangkan senyawa baru dari bahan alam sebagai antimalaria, sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan resistensi Plasmodium yang semakin meluas. Buku ini untuk pengembangan pengetahuan tentang upaya preventif malaria berbasis bahan alam yang menggambarkan secara molekuler peran Eurikumanon yang terlibat pada pathogenesis pengobatan malaria. Hadirnya buku ini mengajak pembaca akan meningkatkan inovasi dan motivasi untuk mencari pola baru dalam menuntaskan malaria berbasis bahan alam.

Author Biography

Hanifah Yusuf, Penulis

Dr. Hanifah Yusuf, M.Kes, Apt merupakan salah satu staf pengajar pada Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Indonesia. Selain mengajar di Fakultas Kedokteran juga mengajar di Program Studi Farmasi FMIPA dan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Lahir di Banda Aceh 11 September 1957, Pendidikan S1 Juru-san Farmasi FMIPA USU (1984), Guru Besar Apoteker (1985). Tahun 2001 menyelesaikan S-2 jurusan Biomedis bidang studi Farmakologi, dan menyelesaikan gelar Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Bidang Studi Farmakologi di Fakultas Kedokteran Universitas

References

Sutanto, I., Ismid, I.S., Syarifuddin, P.K., and Sungkar, S. 2008. Parasitologi Kedokteran. Edisi Ke-empat. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Sandjaja, B. 2007. Protozoologi Kedokteran. Buku 1. Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta.

Mulyaningsih, B., and Sudarsono. 2001. Penentuan Aktivitas Antimalaria Minyak dari Biji Mimba (Azadirachta indica A Juss) yang Diberikan Per- Oral pada Hewan Uji Mencit. Jurnal Kedokteran Yarsi 9 (3): 17-24.

Hoffman, S.L., Campbell, C.C., and White, N.J. 2004. Malaria. Nature

-1061.

Dale, P., Sipe, N., Sugianto., Hutajulu, B., Ndoen, E., Papayungan, M., Saikhu, A., and Tri Prabowo, Y. 2005. Malaria in Indonesia: A Summary of Recent Research into Its Environmental Realtionships. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine Public Health. 1-11.

Laihad, F.J., and Gunawan, S. 2000. Malaria di Indonesia, dalam Harijanto, P.N: Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganan. Penerbit Buku Kedokteran EGC Jakarta.

CDC-Centers for Disease Control and Prevention. 2008. The Impact of Malaria, a Leading Cause of Death Worldwide. Available from: http:// www.cdc.gov/malaria/index.htm.

Harijanto, P.N. 2000. Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganan. Penerbit EGC, Jakarta . 1-del Portillo HA, Ferrer M, Brugat T, MartinJaular L, Langhorne J, Lacerda MVG. The role of the spleen in malaria. Cell Microbiol. 2012; 14(3):343-355

Engwerda CR, Beattie L, Amante FH. The importance of the spleen in malaria. Trends Parasitol. 2005; 21(2): 75-80 Egan, T.J. 2004. Haemozoin Formation as A Target For The Rational Design of New Antimalarials. Drug Design Review 1 (1): 93–110.

Saikhu, A. 2002. Assessing The Environmental Risk Factors that Influence The Distribution of Malaria Prevalence in Central Java Province. School of Public Health, Griffith University, Australia. PhD Dissertation.

Syafruddin, D. 2006. Establishment of Malaria Surveillance for an Evidence-Based Malaria Control Program in Tsunami Affected Areas of Indonesia. Lembaga Biologi Eijkman, Jakarta

World Health Organization. 2001. Antimalarial Drug Combination Therapy. Report of a WHO Technical Consultation. World Health Organization Geneva, Switzerland

Winstanley, P., and Ward, S. 2006. Malaria chemotherapy. Advance

Parasitology 61:47

Shapiro, T.A., and Goldberg, D.E. 2005: Drugs used in the chemotherapy of protozoal infections: Malaria, in Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics, 11th Ed. New York, McGraw-Hill

Tringali, C. 2001. Bioactive Compounds from Natural Sources. Taylor & Francis Group. London-New York.

Larsen, P.K., Liljefors, T., and Madsen, U. 1996. Drug Design and

Development. 2nd Ed.. Harwood Academic Publisher.

Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Malaria Di Indonesia. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

World Health Organization. 2009. World Malaria Report . World Health Organization, Geneva

Chadijah, S., Labatjo, Y., Garjito, T.A., Wijaya, Y., and Udin, Y. 2006. Efektivitas Diagnosis Mikroskopis Malaria di Puskesmas Donggala, Puskesmas Lembasoda Dan Puskesmas Kulawi Provinsi Sulawesi tengah. Jurnal Ekologi Indonesia.

CIDA and UNICEF. 2009. Millenium Development Goals (Tujuan Pembangunan Milenium Mutlak Dicapai Tahun 2015). Perpustakaan AMPL.

Tjitra, E. 2003. Pengobatan Malaria dengan Kombinasi Artemisinin.

Bulletin Penelitian Kesehatan 33 (2) : 53 – 61.

World Health Organization. 2000. Drug Resistance of Malarial Parasites

Expert Communication of Malaria Report. World Health Organization Geneva

Wiser, W.F. 2003. Mechanism of Drug Action and Resistance, http:// www.tulane.edu/-wiser/protozoology/notes/drugs/html

Basco, L.K., Lebras, J., Rhoades, Z., and Wilson, C.H.1994. Analysis of Pfmdr-1 and Drug Susceptibility in Fresh Isolates of Plasmodium

Its Inhibition by Quinoline Antimalrials. Annual of Tropical Medicine and Parasitology. 91: 559-566. Yusuf H, Jamil KF, Rinanda T. SEMISINTESIS DAN KARAKTERISASI ANTIMALARIA BARU TURUNAN EURIKUMANON. JKS 2017; 1: 1-7.

Hansch, C., and Leo, A. 1995. Exploring QSAR Fundamental and Applications in Chemistry and Biology. American Chemical Society, Washington, D.C.

Nurlaila, Z., and Kartini, N.O. 2005. Microbiological Characterization of 99mTc-Cyprofloxacin and 99mTc-Ethambutol Labeled Compounds As the Infection Imaging Radiopharmaceuticals. Regional Seminar on Pharmaceuticals and Biomedical Analysis, School of Pharmacy: Bandung, Institut Teknologi Bandung; 15-16 September 2005.

Ferreira, M.C.M. 2002. Multivariate QSAR. Journal of Brazilian Chemical Society. 13(6): 742 – 753.

Published

December 1, 2020

How to cite