Biologi Tanah

Authors

Lily Ishak
Penulis

Synopsis

Tanah merupakan sebuah system yang hidup, yang ditandai dengan keberadaan komponen-komponen biologi tanah. Biodiversitas tanah merupakan komponen biologi tanah yang menjadikan lingkungan tanah sebagai tempat hidupnya. Selain hidup di dalam tanah, biodiversitas tanah memainkan peran penting dalam mempertahankan layanan fungsi ekologi tanah bagi manusia, tumbuhan dan hewan. Keberadaan biodiversitas tanah juga menjadi faktor kunci dalam mempertahankan produktivitas tanah-tanah pertanian. Untuk menjaga keberlanjutan sistem produksi pertanian, maka stabilitas komponen biologi tanah perlu dipertahankan antara lain dengan melepaskan ketergantungan pada metode pengelolaan tanah konvensional dan mengadopsi metode-metode pengelolaan tanah konservasi. Buku Biologi Tanah ini merupakan sebuah pedoman ilmiah di berbagai bidang ilmu yang relevan dengan Biologi Tanah, dalam meningkatkan pemahaman pembaca tentang kedudukan penting biodiversitas tanah dalam ekosistem pertanian. Dalam buku ini diuraikan tentang kedudukan biodiversitas tanah pada ekosistem darat serta kelompok organisme yang hidup di tanah seperti hewan invertebrata tanah dan mikroba tanah. Selain itu juga dikaji tentang interaksi antara biota (organisme) tanah yang membentuk jaring makanan serta yang menggerakkan berbagai proses biokimia yang berlangsung di dalam tanah, seperti siklus unsur hara. Berbagai metode pengukuran organisme tanah juga diuraikan dalam buku ini. Kemudian juga disajikan uraian tentang peran biota tanah dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah

Author Biography

Lily Ishak, Penulis

Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat.Res., PhD memulai karirnya sebagai tenaga pengajar (dosen) pada Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Maluku Utara sejak tahun 2001. Selama meniti karir, Lily Ishak pernah menjalankan beberapa tugas tambahan, yaitu sebagai Ketua Program Studi Ilmu Tanah pada periode 2002–2005, sekretaris Pusat Studi Lingkungan (PSL) Unkhair pada periode 2002– 2008, sekretaris Lembaga Penelitian Unkhair periode 2006–2007. Saat ini, selain menjalankan tugas sebagai dosen, Lily Ishak juga melaksanakan tugas tambahan sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Pertanian Unkhair (2019-sekarang). Latar belakang pendidikan yang dilalui adalah meraih gelar Insinyur (S1) di bidang pertanian khususnya Ilmu Tanah di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado pada tahun 1990. Kemudian meraih gelar Magister Sains di bidang Entomologi Pertanian di Unsrat pada tahun 2001. Pada tahun 2008, Lily Ishak memperoleh beasiswa dari Pemerintah Australia (APS = Australian Partnership Scholarship) untuk mengambil Program Master di Bidang Natural Resources di University of New England, Australia dan lulus pada tahun 2009. Lily Ishak kemudian melanjutkan pendidikan Program PhD (Doktor Philosophy) di Central Queensland University, Australia dengan bantuan beasiswa BPPLN, DIKTI dan lulus pada tahun 2017. Beberapa penghargaan yang diraih meliputi tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X Tahun, pada tahun 2019; Alumni of The Year 2019 pada bidang pengembangan karir (Career Development) oleh Central Queensland University, Australia; the winner of Alumni Grant Scheme dari Pemerintah Australia yang diadministrasikan oleh Australia Awards Indonesia pada tahun 2018 untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan biji Capilong (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber energi biodiesel; dinobatkan sebagai dosen berprestasi di lingkungan Universitas Khairun pada tahun 2010; dan sebagai presenter terbaik pada International Seminar on Soil Science, HITI, di Jogjakarta pada tahun 2009.

References

Akoijam, R., Bhattacharyya, B., & Marangmei, L., 2013. Tullgren funnel-an efficient device for extracting soil microarthropods. Environment & Ecology 32 (2): 474–476.

Alef, K., 1995. Soil respiration. In: Alef, & K., Nannipieri, P., (Eds). Methods in Applied Soil Microbiology and Biochemistry. Academic Press, London, pp 214–218

Allee, W. C., Torvik, M. M., Lahr, J. P., & Hollister, P. L., 1930. Influence of soil reaction on earthworms. Physiological and Biochemical Zoology 3 (2): 164–200.

Anderson, J. P. E., & Domsch, K. H., 1978. A physiological method for the quantitative measurement of microbial biomass in soils. Soil Biology & Biochemistry, 10: 215–221.

Andrews, W. A. (Ed), 1973. A Guide to the Study of Soil Ecology. Prentice- Hall, Canada Ltd.

Anwar, E.K., Kabar, P., & Subowo., 2006. Pemanfaatan cacing tanah Pheretima hupiensis untuk meningkatkan produksi tanaman jagung. Jurnal Penelitian Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara 25(1): 42–51.

Bais, H. P., Weir, T. L., Perry, L. G., Gilroy, S., & Vivanco, J. M., 2006. The role of root exudates in rhizosphere interactions with plants and other organisms. Annual Review of Plant Biology (57): 233–266.

Bakken, L. R., van Elsas, J. D., Trevors, J. T., & Wellington, E. M. H., 1997. Culturable and nonculturable bacteria in soil. Modern soil microbiology: 47–61.

Barrios, E., 2007. Soil biota, ecosystem services and land productivity. Ecological economics, 64 (2): 269–285.

Beare, M.H., Coleman, D. C., Crossley, D. A., Hendrix, P. F. & Odum, E. P., 1995. A hierarchical approach to evaluating the significance of soil biodiversity to biochemical cycling. Plant Soil, 170: 5–22.

Brugerolle, G., & Radek, R., 2006. Symbiotic protozoa of termites. In König, H., & Varma, A. (Eds). Soil Biology: Intestinal Microorganisms of Termites and Other Invertebrates. Springer-online. p. 243–270.

Buckman, H., O., & Brady, N. C., 1969. The Nature and Properties of Soils. The MacMillan Company. London. 653 p.

Byzov, B. A., 2006. Intestinal microbiota of millipeds. In König, H., & Varma, A. (Eds). Soil Biology: Intestinal Microorganisms of Termites and Other Invertebrates. Springer-online. p. 89–242

Clark, D. J., & Eberl, L., 2006. Interactions between bacteria and nematodes. In König, H., & Varma, A. (Eds). Soil Biology: Intestinal Microorganisms of Termites and Other Invertebrates. Springer-online. p. 55–64

Coleman, D. C., Crossley Jr, D. A., & Hendrix, P. F., 2004. Fundamentals of Soil Ecology. Second ed., Academic Press, Burlington, London.

Cook, F., & Orchard, V. A., 2008. Realtionship between soil respiration and soil moisture. Soil Biology and Biochemistry 40 (5): 1013–1018.

Crowther, T. W., Boddy, L., & Jones, H., 2011. Outcomes of fungal interactions are determined by invertebrate grazers. Ecology Letters. Available online: https://www.researchgate.net/publication/51654009.

Davidson, E. A., Savage, K., Verchot, L. V., & Navarro, R. 2002. Minimizing artifacts and biases in chamber-based measurements of soil respiration. Agricultural and Forest Meteorology, 113 (1–4): 21–37.

Decaëns, T., Jiménez, J. J., Gioia, C., Measey, G.J. & Lavelle, P., 2006. The values of soil animals for conservation biology. European Journal of Soil Biology, 42: 523–538.

Dennis, P. G., Miller, A. J., & Hirsch, P. R., 2010. Are root exudates more important than other sources of rhizodeposits in structuring rhizosphere bacterial communities? FEMS Microbiology Ecology (72):313–327. https://doi.org/10.1111/j.1574-6941.2010.00860.

Dominati, E., Petterson, M., & Mackay, E., 2010. A framework for classifying and quantifying the natural capital and ecosystem services of soils. Ecological Economics, 69 (9): 1858–1868.

Doran, J. W., & Zeiss, M. R., 2000. Soil health and sustainability: managing the biotic component of soil quality. Applied Soil Ecology, (15): 3–11.

Eisenbeis, G., 2006. Biology of soil invertebrates. In König, H., & Varma, A. (Eds). Soil Biology: Intestinal Microorganisms of Termites and Other Invertebrates. Springer-online. p.3–54.

Erban, T., & HUbert, J., 2012. Digestive physiology of synanthropic mites (Acari: Acaridida). SOAJ Entomological Studies 1: 1–32.

European Commision, 2002. Communication of 16 April 2002 from the Commission to the Council, the European Parliament, the Economic and Social Committee and the Committee of the Regions: towards a thematic strategy for soil protection [COM (2002) 179 fifinal]. Brussels, Belgium: European Commission.

Food and Agriculture Organization (FAO)., 2018. Global Symposium on Soil Organic Karbon, Retrieved from: http://www.fao.org/about/meetings/ soil-organic-karbon-symposium/en/Accessed on 29 March 2018.

Gupta, G. S., 2019. Land degradation and challenges of food security, Review of European Studies, 11 (1): 63-72.

Hanafiah, K.A., Anas, I., Napoleon, A., & Ghoffar, N., 2005. Biologi Tanah, Ekologi dan Makrobiologi Tanah. Divisi Buku Perguruan Tinggi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Hunt, H. W., Coleman, D. C., Ingham, E. R., Ingham, R. E., Elliot, E. T., Moore, J. C., Rose, S. L., Reid, C. P. P., & Morley, C. R., 1987. The detrital food web in a short-grass prairie. Biologi and Fertility of Soil (3): 57–68.

Ingham, E. R., 2001. The food web and soil health. Soil Biology Primer [online]. http://www.statlab.iastate.edu/survey/SQI/soil_biology_primer.html (Diakses, September 2019).

Insam, H., & Goberna, M., 2004. Use of Biolog ® for the Community Level Physiological Prifiling (CLPP) of environmetal samples. Molecular Microbial Ecology Manual, Second Edition, 4 (1): 853–860.

Ishak, L., 2017. Soil Microbial Communities and Disease Suppression as Affected by Soil Compaction Resulting from Different Management Strategies. Doctoral Dissertation. University of Central Queensland, Australia.

Joergensen, R., 1995. The fumigation extraction method. p. 382–387. In Alef, K., & Nannipieri, P., (Eds.). Methods in Applied Soil Microbiology and Biochemistry. Academic Press. Harcourt Brace & Company Pub. London.

Johnsen, K., Jacobsen, C., Torsvik, V., & Sørensen, J., 2001. Pesticide effects on bacterial diversity in agricultural soils – a review. Biology and Fertility of Soils, 33 (6):443–453.

Kerlen, D. L., Mausbach, M. J., Doran, J. W., Cline, R. G., Harris, R. F., & Schuman, G. E., 1997. Soil quality: a concept, definition and frameworkfor evolution. Soil Science Society of American Journal, 61: 4–10.

King, K., 2008. Soil Biology. https://sciences.une.edu.au/livingsoils.

Krantz, G. W., & Lindquist, E. E., 1979. Evolution of phytophagus mites (Acari). Annual Review of Entomology 24: 121–158.

Kuhnert, R. & Finkernagel. 1995. Biomassa-C by fumigation-incubation technique. p. 52-56. In Schinner, F., Öhlinger, R., Kandeler, E., & Margesin, R. (Eds.) Methods in Soil Biology. Springer-Verlag Berlin Heidelberg, New York.

Macfadyen, A., 1953. Notes on methods for the extraction of small arthropods. Journal of Animal Ecology 21: 65–77.

Meyer, E., 1995. Epigeic macrofauna. P. 355-362. In Schinner, F., Öhlinger, R., Kandeler, E., & Margesin, R., Methods in Soil Biology. Springer- Verlag Berlin Heidelberg, New York.

Natural Resouces Conservation Service (NRCS)., 2004. Soil Biology and Land Management. Technical Note No. 4. Available on: https://www.nrcs. usda.gov/Internet/FSE_DOCUMENTS/nrcs142p2_052489.pdf.

Odum, E. P., 1971. Fundamentals of Ecology. 3rd ed. W.B. Sanders Company Philadelphia, London.

Pietikäinen, J., Pettersson, M., & Bååth, E., 2005. Comparison of temperature effffects on soil respiration and bacterial and fungal growth rates. FEMS Mirobiology Ecology (52): 49-58.

Plaster, E. J., 2013. Soil Science and Management. 6th ed. Delmar, Cengage Learning. USA.

Reznikova, Zh. I., & Panteleeva, S. N., 2001. Interaction of the ant Myrmica rubra L. as a predator with springtails (Collembola) as a mass prey. Doklady Biological Sciences (380): 475–477.

Rousk, J., Brookes, P. C., & Bååth, E., 2009. Contrasting soil pH effects on fungal and bacterial growth suggest functional redundancy in karbon mineralization. Journal of Applied and Environmental Microbiology 75 (6): 1589–1596.

Sabatini, M. A., Ventura, M., & Innocenti, G., 2004. Do Collembola affect the competitive relationships among soil-borne plant pathogenic fungi? Pedobiologia 48: 603–608.

Samsudin, N., 2020. Keanekaragaman dan Kelimpahan Collembola pada Areal Tanaman Pala di Bawah Sistem Tanpa Olah Tanah di Pulau Ternate. Skripsi. Universitas Khairun, Ternate.

Santosa, E., 2007. Analisis kelimpahan dan keragaman fauna tanah. Dalam Saraswati, R., Husen, E., & Simanungkalit, R. D. M. (Eds). Metode Analisis Biologi Tanah. Balai Besar Litbang Sumber daya Lahan Pertanian, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor, Jawa Barat.

Santoso, E., & Widati, S., 2007. Estimasi C-mikroba. Dalam Saraswati, R., Husen, E., & Simanungkalit, R. D. M. (Eds). Metode Analisis Biologi Tanah. Balai Besar Litbang Sumber daya Lahan Pertanian, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor, Jawa Barat.

Saraswati, R., Husen, E., & Simanungkalit, R. D. M., 2007. Metode Analisis Biologi Tanah. Balai Besar Litbang Sumber daya Lahan Pertanian, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor, Jawa Barat.

Schinner, F., Öhlinger, R., Kandeler, E., & Margesin, R., 1995. Methods in Soil Biology. Springer-Verlag Berlin Heidelberg, New York.

Simarmata, T., 2012. Ekologi Biota Tanah. Prima Press, Bandung. Available on: https://www.researchgate.net/profile/Tualar-Simarmata/publication/ 323168183_EKOLOGI_BIOTA_TANAH/links/

Smith, J. L., & Paul, E. A., 1990. The significance of soil microbial biomass estimations. In Bollag, JM., & Stotzky, G. (Eds). Soil Biochemistry. Marcell Dekker Inc. USA.

Tabacchioni, S., Chiarini, L., Bevivino, A., Cantale, C., & Dalmastri, C., 2000. Bias Caused by Using Different Isolation Media for Assessing the Genetic Diversity of a Natural Microbial Population. Microbial Ecology 40 (3): 169–176.

Vance, E.D., Brookes, P. C., & Jenkinson, D. S., 1987. An extraction for measuring soil microbial biomass C. Soil Biology & Biochemistry 19: 703–707.

Viglierchio, D. R., & Schmitt, R. V., 1983. On the methodology of nematode extractionfrom field samples: Baermann funnel modifications. The Journal of Nematology 15 (3): 438–444.

Vive-Peris, V., de Ollas, C., Gómez-Cadenas, A., & Pèrez-Clemente, R. M., 2020. Root exudates: from plant to rhizosphere and beyond. Plant Cell Reports (39): 3–17.

Wallwork, J. A., 1970. Ecology of Soil Animals. McGrow-Hill, London.

Warino, J., Widyastuti, R., Suhardjono, Y. R., & Nugroho, B., 2017. Keanekaragaman dan kelimpahan Collembola pada perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bajubang, Jambi. Jurnal Entomologi Indonesia 14 (2): 51–57.

Widrializa, Widyastuti, R., Santosa, D. A., & Djajakirana, G., 2015. The diversity and abundance of springtail (Collembola) on forests and smallholder in Jambi. Journal of Tropical Soils 20 (3): 173–180.

Downloads

Published

October 1, 2021

How to cite