Membangun Kelas yang Demokratis Melalui Pendidikan Matematika Realistik

Authors

Rahmah Johar
Penulis
Cut Morina Zubainur
Penulis
Cut Khairunnisak
Penulis
Tuti Zubaidah
Penulis

Synopsis

Pendidikan Matematika tidak sekadar mendidik siswa melek matematika, memahami konsep dan ide-ide matematika, serta melatih daya nalar, sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang unggul, mampu berpikir sistematis, dan logis. Lebih dari itu, pendidikan matematika yang baik dapat membangun karakter. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis dan gotong-royong, bangsa Indonesia perlu mewariskan nilai-nilai ini bagi generasi muda. Pendidikan Matematika Realistik dapat menjadi landasan dalam pengembangan nilai-nilai tersebut.

Author Biographies

Rahmah Johar, Penulis

Lahir di Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 November 1970. Menyelesaikan studi S-1 pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam IKIP Padang tahun 1994, studi S-2 pada Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Surabaya tahun 1997, dan studi S-3 pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya tahun 2006. Sejak 1998 diangkat sebagai dosen tetap pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Sejak tahun 2006 aktif mengembangkan dan mensosialisasikan Pendidikan Matematika Realistis dan sejak tahun 2007 sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI) USK sampai saat ini. Selain itu, penulis juga tim ahli pada proyek pengembangan profesionalisme guru Indonesia di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang didanai oleh DFAT Australia tahun 2015-2018. Penulis aktif juga sebagai peneliti dan penulis pada jurnal dan prosiding terkait dengan pengembangan profesional guru dalam mengajar matematika yang bertujuan untuk mengembangkan penalaran dan karakter siswa; kelas yang demokratis; menggunakan video pelajaran; dan penggunaan implementasi teknologi. Penulis juga sebagai pemimpin redaksi Jurnal Didaktik Matematika (www.jurnal.unsyiah.ac.id/DM). Penghargaan yang pernah diperoleh, antara lain dosen berprestasi mengajar di program studi Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala tahun 2014-2016 dan dosen berprestasi tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala tahun 2017. Di samping mengajar, meneliti, dan mengabdi, juga aktif menulis buku antara lain Buku Matematika untuk kelas I SD/MI: Buku Siswa (2010), Buku Matematika untuk kelas I SD/MI: Buku Guru (2010), A Decade of PMRI in Indonesia (2010), Buku Matematika untuk
kelas IV SD dengan Pendekatan Realistik yang Islami (2011), Buku Strategi Belajar Mengajar (2016), 30 Days on Fire (2017), Buku Strategi Belajar Mengajar: untuk Menjadi Guru yang Profesional (2019) dan INDONESIA: History and Perspective on Mathematics Education (2019).

Cut Morina Zubainur, Penulis

Lahir di Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, 18 Agustus 1972. Menyelesaikan studi S-1 pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) tahun 1995, studi S-2 pada Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Surabaya tahun 1999, dan studi S-3 pada College of Arts and Sciences (CAS) Universiti Utara Malaysia (UUM), Kedah Darul Aman, Malaysia Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya tahun 2015. Sejak 2002 diangkat sebagai dosen tetap pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Sejak tahun 2006 ikut aktif mengembangkan dan mensosialisasikan Pendidikan Matematika Realistis dan sejak tahun 2008 sebagai Wakil Ketua Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI) USK sampai saat ini. Penulis aktif juga sebagai peneliti dan penulis. Beberapa publikasi penulis tentang Pendidikan Matematika Realistik Indonesia yaitu (i) How a realistic mathematics educational approach affect students’ activities in primary schools?, (ii) The effect of using Indonesian
realistic mathematics education (PMRI) approach on the mathematics achievement amongst primary school students, (iii) Teachers' Understanding about the Characteristics of Realistic Mathematics Education, dan (iv) A Study of Teachers’ Understanding about the Characteristics of Realistic Mathematics Education through Video. Selain itu, penulis juga aktif mengembangkan pembelajaran matematika melalui model Kurikulum Integratif. Beberapa publikasi penulis tentang Kurikulum Integratif yaitu Integrative curriculum in teaching science in the elementary school, dan Kurikulum Integratif dengan Pendekatan Realistik pada Pembelajaran Tematik di Sekolah dasar. Penulis juga telah mempublikasikan buku Perencanaan Pembelajaran Matematika sebagai bahan ajar mahasiswa untuk mata kuliah yang relevan.

Cut Khairunnisak, Penulis

Lahir di Banda Aceh, 27 November 1984. Penulis menyelesaikan studi S-1 di Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala pada tahun 2007 dan studi S2 di Program Studi S2 Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2012. Sebagai bagian dari studi S-2nya, pada tahun 2010 penulis mengikuti perkuliahan selama setahun di Belanda, tepatnya di Freudenthal Institute Utrecht University, yang merupakan tempat dicetuskannya realistic mathematics education (pendidikan matematika realistik). Selanjutnya, pada tahun 2015 penulis diangkat sebagai dosen tetap pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penulis terlibat aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian yang berkaitan dengan pembelajaran matematika realistik, karakter siswa, kelas demokratis, dan penggunaan video pembelajaran. Hasil penelitian dan pengabdian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal dan prosiding baik yg berskala nasional maupun internasional. Selain itu, penulis juga merupakan editor dan reviewer dari beberapa jurnal nasional di Indonesia.

Tuti Zubaidah, Penulis

Lahir di Kutacane, Kabupaten Aceh tenggara, Aceh, pada tanggal 27 Mei 1968. Menyelesaikan studi S-1 pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universits Syiah Kualatahun 1993, menyelesaikan studi S-2 pada Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Surabaya tahun 2000. Sejak 1994 diangkat sebagai dosen tetap pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Sejak tahun 2006 aktif terlibat dalam sosialisasi pembelajaran matematika realistik melalui wadah P4MRI bagi guru-guru jenjang SD hingga SMP di provinsi Aceh. Aktif mengembangkan media-media pembelajaran bagi siswa SD dan SMP bekerjasama dengan mahasiswa sehingga tercipta media yang dapat membantu guru dalam mengajar, baik berupa alat peraga maupun videovideo pemanfaatannya yang di share di youtube. Penulis juga aktif membimbing olimpiade matematika untuk siswa SD dan SMP serta membimbing merancang soal-soal setara PISA.

References

Ahmad, I., Said, H., Mansoq, S. S. S., Mokhtar, M., & Hasan, Z. (2014). How teacher moderates the relationship between democratic classroom environment and student engagement. Journal Review of European Studies, 6(4): 239-248

Al- Fandi, H. (2011). Desain pembelajaran yang demokratis dan humanis. Jogjakarta: Ar-Ruzz.

Alsawaie, O. (2012). Number sense-based strategies used by highachieving sixth grade students who experienced reform textbooks. International Journal of Science and Mathematics Education, 10(5), 1071-1097.

Anghileri, J. (1989). An investigation of young children's understanding of

multiplication. Educational Studies in Mathematics, 20(4), 367-385.

Argina, A. W., Mitra, D., Ijabah, N., & Setiawan, R. (2017). Indonesian PISA result: What factors and what should be fixed?. Dalam Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), 63-79.

Armanto, D. (2002). Teaching multiplication and division realistically in Indonesian primary schools: A prototype of local instructional theory. (Doctoral Dissertation). University of Twente: Enschede.

Ayub, A. F. M., Tarmizi, A. A., Bakar, K. A., & Yunus, A. S. M. (2008). A comparison of Malaysian secondary students perceived ease of use and usefulness of dynamic mathematical software. International Journal of Education and Information Technologies, 2(3), 194-201.

Barmby, P., Higgins, S. E., Harries, T., & L Bilsborough. (2009). Primary mathematics: Teaching for understanding. United Kingdom: Open University Press.

Bell, A., Swan, M. & Taylor, G. (1981). Choice of operation in verbal problems with decimal numbers. Educational Studies in Mathematics, 12(4), 399-420.

Bergen, O. K. & Pepin, B. 2013. Developing mathematical proficiency and democratic agency through participation-an analysis of teacher-student dialogues in a Norwegian 9 grade classroom. In Kaur, B., Anthony G., Ohtani M., & Clarke, D. (Eds). Student Voice in Mathematics Classroom around the World. Rotterdam: Sense Publisher.

Beswick, K., & Fraser, S. (2019). Developing mathematics teachers’ 21st century competence for teaching in STEM contexts. ZDM - Mathematics Education, 51(6), 955–965. https://doi.org/10.1007/s11858-019-01084-2.

Biseth, H. (2009). Multilingualism and education for democracy. International review of education, 55(1), 5-20.

Brock-Utne, B., & Mercer, M. (2014). Using African languages for democracy and lifelong learning in Africa: A post-2015 challenge and the work of CASAS. International Review of Education, 60(6), 777-792.

Cobb, P., Yackel, E., & Wood, T. (1992). A constructivist alternative to the representational views of mind in mathematics education. Journal for Research in Mathematics Education, 23(1), 2-33.

Croom, L. (1997). Mathematics for all students: Access, excellence, and equity. In J. Trentacosta (Ed.), Multicultural and gender equity in the classroom: The gift of diversity (pp. 1−9). 1997 Yearbook of the National Council of Teachers of Mathematics. Reston, VA: NCTM.

Daher, W. (2012). Student teachers’ perceptions of democracy in the mathematics classroom: Freedom, equality and dialogue. Pythagoras, 33(2) 2-11.

de Lange, J. (1987). Mathematics, insight and meaning. Utrecht: OW & OC, Rijksuniversiteit Utrecht.

Dewey, J. (2001). Democracy and Education. USA: A Penn State Electronic Classics Series Publication.

Edwards, E.B., (2010). The butterfly effect: Democratic classrooms inelementary education. (Thesis). The Evergreen State College: USA.

Fauzan, A., Plomp, T., & Gravemeijer, K. (2013). The development of an RME-based geometry course for Indonesian primary schools. In T. Plomp and N. Nieveen (Eds), Educational design research–Part B: Illustrative Cases, 159-178. Enschede, the Netherlands: SLO.

Feinberg, W., & Toress, C. A. (2001). Democracy and education. Educational Practice and Theory, 15(2), 25-37.

Ferguson-Patrick, K. (2012). Developing an inclusive democratic classroom "in action" through cooperative learning. Australian Association for Research in Education (NJ1).

Freudenthal, H. (1983) Didactical phenomenology of mathematical structures. Dordrecht: Reidel Publishing Company.

Gal, I., Van Groenestijn, M., Manly, M., Schmitt, M. J., & Tout, D. (2005). Adult numeracy and its assessment in the ALL survey: A conceptual framework and pilot results. Measuring adult literacy and life skills: New frameworks for assessment, 137-191.

Published

June 15, 2021

How to cite