Kabar mengejutkan datang dari kamp latihan tim nasional Belanda menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Skuad De Oranje dipastikan pincang setelah bek andalan Arsenal, Jurrien Timber, resmi dicoret dari daftar pemain.
Pemain berusia 24 tahun tersebut terpaksa diparkir oleh pelatih Ronald Koeman karena belum pulih sepenuhnya dari cedera pangkal paha. Sebagai gantinya, Koeman bergerak cepat memanggil bek Sunderland, Lutsharel Geertruida, untuk mengisi slot lini belakang Belanda di turnamen akbar yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.
Keputusan Pahit Berdasarkan Pertimbangan Medis
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menjelaskan bahwa intensitas Piala Dunia terlalu berisiko buat fisik Timber. Meskipun sang pemain sempat memaksakan diri tampil di level klub, tim medis tidak mau ambil risiko yang bisa berujung rapor merah bagi karier panjang sang bek.
“Bek berusia 24 tahun itu belum pulih secara memadai dari cedera pangkal paha untuk mengikuti Piala Dunia dengan pertimbangan medis yang bertanggung jawab,” demikian pernyataan resmi tim nasional Belanda pada Selasa ini, dikutip dari Reuters.
KNVB juga menambahkan, “Setelah berkonsultasi dengan staf medis, diputuskan bahwa Timber akan meninggalkan pemusatan latihan tim nasional di New York setelah pertandingan melawan Uzbekistan”.
Ironi Setelah Tampil di Final Liga Champions
Dicoretnya Timber memicu perdebatan hangat di kalangan fans sepak bola. Pasalnya, masalah pangkal paha ini sejatinya sudah didapat sejak Maret lalu dan membuatnya absen berbulan-bulan di fase krusial kompetisi.
Anehnya, Timber sempat bermain selama 55 menit saat Arsenal bersua Paris Saint-Germain di laga final Liga Champions pada akhir Mei lalu. Padahal, sebelum laga final itu, penampilan terakhirnya adalah saat ditarik keluar pada babak pertama melawan Everton di pertengahan Maret akibat cedera yang sama.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bahkan sempat melempar gertakan sambal sebelum final UCL dengan menyatakan Timber berada dalam kondisi siap bermain dan tersedia untuk menjadi starting XI. Namun, tim medis Belanda punya penilaian berbeda dan menganggap fisiknya belum ideal untuk turnamen sepadat Piala Dunia.
Padahal, musim ini adalah salah satu performa terbaik Timber di Emirates Stadium. Ia sukses mengemas empat gol dan tujuh assist dari 44 laga, serta membantu Arsenal mengawinkan gelar Liga Inggris sekaligus melaju ke final Liga Champions dan Piala Liga.
Ambyarnya Mimpi Indah si Kembar Timber
Keputusan ini jelas menjadi pukulan telak yang sangat emosional bagi sang pemain. Kehilangan kesempatan menambah 23 caps di level internasional terasa semakin menyakitkan karena ia gagal berbagi panggung dengan saudara kembarnya, Quinten Timber.
Sebelumnya, saat nama mereka berdua masuk dalam daftar skuad sementara pada akhir Mei, si kembar sempat merayakan momen langka ini di Instagram. Mereka menulis, “Kami pernah berdoa untuk momen seperti ini. Kini kami menjalaninya bersama. Terima kasih, Tuhan.” Namun sayang, takdir di atas lapangan hijau berkata lain.
Ujian Pertama De Oranje Tanpa Timber
Kini, anak asuh Ronald Koeman harus segera melupakan kesedihan dan fokus melakoni laga pemanasan terakhir melawan Uzbekistan sebelum terbang ke markas utama mereka di Kansas City, Missouri.
Belanda dijadwalkan bakal memulai perjuangan mereka di laga pembuka Grup F melawan Jepang di Dallas pada 14 Juni.
Setelah itu, ujian berat berikutnya sudah menanti saat De Oranje ditantang Swedia di Houston pada 20 Juni, disusul laga penutup fase grup kontra Tunisia di Kansas City pada 25 Juni.