Drama luar biasa tersaji dalam partai final UEFA Nations League musim ini. Timnas Portugal sukses keluar sebagai juara setelah menumbangkan rival abadi mereka, Spanyol, lewat babak adu penalti yang menegangkan dengan skor akhir 5-3.
Bermain di Allianz Arena pada Senin dini hari waktu setempat, kedua tim sempat bermain sama kuat 2-2 hingga babak extra time usai. Namun, mental baja anak asuh Roberto Martinez terbukti lebih berbicara di babak tos-tosan.
Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Selecao das Quinas merengkuh trofi UEFA Nations League untuk kedua kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Spanyol Mendominasi, Portugal Mematikan
Sejak peluit pertama dibunyikan, laga langsung berjalan dengan tensi tinggi. Spanyol yang mengandalkan filosofi tiki-taka langsung mengambil kendali permainan dan mencatatkan penguasaan bola hingga 61 persen.
Skuad La Roja sukses memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-21. Gelandang andalan Real Sociedad, Martin Zubimendi, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Portugal untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Memasuki menit ke-26, Portugal merespons kilat lewat serangan balik cepat. Bek kiri PSG, Nuno Mendes, sukses mengonversi umpan matang Pedro Neto menjadi gol penyeimbang.
Tepat sebelum turun minum, Spanyol kembali memimpin. Menit ke-45, Mikel Oyarzabal yang menerima assist manja dari Pedri sukses memperdaya kiper Portugal, membuat babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk Spanyol.
Insting Ronaldo dan Tembok Kokoh Diogo Costa
Kembali dari kamar ganti, Portugal langsung menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya instan, sang megabintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-61.
Ronaldo kembali menunjukkan insting membunuhnya di dalam kotak penalti yang membuat lini belakang Spanyol mati kutu. Setelah gol tersebut, jual beli serangan terus terjadi, namun skor imbang bertahan hingga waktu normal habis.
Pada babak perpanjangan waktu, Spanyol sejatinya membombardir pertahanan Portugal dengan total 16 tembakan. Beruntung, lini belakang Portugal tampil disiplin didukung performa impresif Diogo Costa di bawah mistar gawang.
Drama Penalti: Alvaro Morata Kena Mental
Pemenang akhirnya harus ditentukan lewat titik putih. Lima eksekutor Portugal—Goncalo Ramos, Vitinha, Bruno Fernandes, Nuno Mendes, dan Ruben Neves—menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna tanpa cela.
Petaka bagi Spanyol datang ketika Alvaro Morata maju sebagai salah satu penendang. Tembakan striker berpengalaman tersebut berhasil dibaca dengan jeli dan ditepis oleh Diogo Costa.
Ruben Neves yang maju sebagai eksekutor penentu tidak menyia-nyiakan peluang. Sepakan kerasnya memastikan kemenangan 5-3 bagi Portugal, sekaligus mengunci gelar juara bergengsi ini untuk dibawa pulang ke Lisbon.