Timnas Prancis sukses memetik modal berharga menjelang kick-off Piala Dunia tahun ini. Bertanding di Stadion Pierre-Mauroy, Lille, Les Bleus berhasil melibas Irlandia Utara dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga uji coba yang berlangsung Selasa dini hari WIB.
Bintang kemenangan Prancis kali ini adalah Michael Olise. Pemain berusia 24 tahun tersebut mengamuk dengan memborong tiga gol alias hat-trick pada menit ke-43, 49, dan 75. Sementara itu, Irlandia Utara hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat aksi Patrick Kelly di menit ke-64.
Hasil positif ini sekaligus menghapus rapor merah Prancis di laga uji coba sebelumnya. Seperti diketahui, skuad asuhan Didier Deschamps sempat keok 1-2 saat menghadapi Pantai Gading pada Kamis pekan lalu.
Samai Rekor Langka 42 Tahun Milik Michel Platini
Hat-trick yang dicetak Olise ternyata melahirkan catatan sejarah yang luar biasa. Winger andalan Les Bleus ini resmi menjadi pemain non-penyerang keempat dalam sejarah Prancis yang mampu melesakkan tiga gol dalam satu laga.
Catatan epik ini sekaligus menyamai rekor sang legenda, Michel Platini, yang mencetak hat-trick sebagai non-striker di Euro 1984 silam. Artinya, butuh waktu hingga 42 tahun sampai akhirnya ada pemain non-penyerang lain yang bisa mengulangi torehan gila tersebut.
Sebab, setelah era Platini, semua pelaku hat-trick Prancis selalu berasal dari barisan penyerang murni. Sebut saja Dominique Rocheteau (1986), David Trezeguet (2000), Olivier Giroud (2017), hingga Kylian Mbappe pada laga final 2022 dan kualifikasi 2023 kemarin. Olise kini bersanding dengan para legenda fungsional masa lalu seperti Edouard Crut (1924) dan Ernest Vaast (1947).
Bocoran Starting XI Mematikan Didier Deschamps
Performa Olise yang berposisi asli sebagai sayap kanan ini jelas menjadi gertakan sambal yang mematikan bagi calon lawan Prancis. Dalam laga ini, Deschamps menurunkan formasi paten 4-2-3-1 yang kemungkinan besar menjadi starting XI utama mereka di turnamen resmi nanti.
Olise dipasang di sayap kanan, bahu-membahu dengan Ousmane Dembele dan Desire Doue sebagai trio gelandang serang kreatif. Ketiganya bertugas menyokong Kylian Mbappe yang diplot sebagai ujung tombak tunggal. Tidak ada ruang bagi pemain bintang untuk diparkir jika melihat ketatnya persaingan lini depan ini.
Untuk sektor belakang, Mike Maignan kokoh di bawah mistar dengan kawalan empat bek sejajar: Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Theo Hernandez. Sementara aliran bola dan keseimbangan lini tengah dijaga ketat oleh duet pivot Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot.
Proses Gol Berkelas dari Winger Masa Depan
Kualitas Olise benar-benar teruji lewat proses tiga golnya yang bervariasi. Dua gol pertama lahir dari insting predator dan reaksi cepatnya memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti. Gol pertama dicetak lewat sepakan keras kaki kanan setelah tembakan Dembele diblok bek lawan, sedangkan gol kedua lahir via sepakan kaki kiri memanfaatkan bola pantul dari sundulan Theo Hernandez.
Puncaknya terjadi pada gol ketiga yang membuat penonton di Lille geleng-geleng kepala. Berawal dari aksi individu menusuk dari sisi kanan, Olise sukses mengecoh bek Irlandia Utara sebelum melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti dengan kaki kirinya. Bola meluncur indah ke pojok kanan gawang tanpa bisa dihalau kiper lawan.
Kini, pemain yang sudah mengoleksi 7 gol dari 17 caps bersama Timnas Prancis ini siap menjadi tumpuan utama di Piala Dunia. Prancis sendiri tergabung di Grup I bersama Norwegia, Irak, dan Senegal, dengan laga perdana melawan Senegal yang dijadwalkan pada 16 Juni mendatang.