Skuad Tiga Singa baru saja memetik hasil positif, meski menyisakan catatan evaluasi penting jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Melakoni laga uji coba di Raymond James Stadium pada Sabtu kemarin, Inggris hanya mampu menang tipis 1-0 atas Selandia Baru.
Harry Kane kembali keluar sebagai pahlawan kemenangan berkat gol tunggal yang dilesakkannya. Torehan ini sekaligus menegaskan posisi penyerang milik Bayern Munchen tersebut sebagai tumpuan utama di lini serang Inggris.
Ketajaman Kane sendiri sebenarnya tidak perlu diragukan lagi setelah mencatatkan rekor fantastis di level klub sepanjang musim ini. Total, ia sukses menggelontorkan 61 gol di kompetisi domestik maupun Eropa, yang menjadi modal berharga untuk menatap turnamen akbar musim panas ini.
Kritik Pedas Roy Keane Soal Gaya Main Kane
Meski mencetak gol penentu, performa kapten Timnas Inggris itu tidak lepas dari sorotan tajam. Legenda Manchester United, Roy Keane, memberikan peringatan keras terkait gaya bermain Harry Kane yang dinilai terlalu banyak menguras energi.
Keane menyarankan pemain berusia 32 tahun tersebut untuk membatasi pergerakannya ke lini tengah. Mantan penyerang Tottenham Hotspur itu diminta untuk lebih fokus berada di dalam kotak penalti lawan demi menjaga produktivitas golnya.
Kekhawatiran mendalam Keane didasari oleh kondisi fisik Kane yang rawan kedodoran selama Piala Dunia nanti. Ia menilai kebiasaan lama Kane yang terlalu sering turun ke belakang menjemput bola demi merancang serangan bisa membuat performanya tidak maksimal.
Faktor Cuaca Ekstrem Amerika Serikat
Bukan tanpa alasan Keane cerewet soal stamina. Faktor cuaca di negara tuan rumah diprediksi bakal menjadi tantangan terberat bagi fisik para pemain Eropa, termasuk Kane. Kondisi suhu udara yang menyengat di Amerika Serikat dinilai bakal menguras energi pemain secara drastis.
Oleh karena itu, tenaga Kane harus dihemat secara efisien agar ia selalu berada dalam posisi prima saat mendapatkan peluang matang. Menurut analisis Keane, skuad Tiga Singa saat ini sudah memiliki barisan gelandang mumpuni untuk mengalirkan bola dari belakang, sehingga Kane tidak perlu ikut campur.
“Dia tidak perlu kembali melewati garis tengah lapangan mencoba mengalirkan bola, sudah ada cukup banyak pemain yang bisa melakukan itu dan cukup berkualitas, jika Anda melakukan hal itu, Anda adalah yang terbaik di dunia saat ini,” kata Keane terkait gaya main Kane dikutip dari Sport Bible.
Kunci Thomas Tuchel Angkat Trofi
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Keane tetap mengagumi kualitas Kane sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini. Namun, efektivitas bermain di atas lapangan hijau tetap harus menjadi prioritas utama demi meraih prestasi tertinggi.
Keane juga menegaskan bahwa peluang Inggris untuk mengakhiri puasa gelar internasional mereka sangat bergantung pada ketajaman sang pemilik nomor punggung sembilan. Kontribusi maksimal dari Kane akan menjadi faktor penentu langkah skuad racikan Thomas Tuchel di sepanjang turnamen.
“Jika Inggris ingin memenangkan trofi besar, dia akan menjadi pilar utamanya,” ungkapnya menjelaskan peran besar Kane.